Galery

Senin, 17 September 2018

Puasa Tasu'a dan 'Asyura, yaitu tanggal 9 & 10 Muharram

Puasa Tasu'a dan 'Asyura, yaitu tanggal 9 & 10 Muharram.Tahun ini 1440, Insya Allah bertepatan hari Rabu dan Kamis 19 & 20 September 2018

Diantara Fadhilahnya yaitu :
Mengikuti Sunnah dan menghapus dosa setahun yang lalu.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ . " رواه مسلم 1982

Rasulullah –SAW bersabda:
“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram.”
[HR. Muslim]

Terutama puasa tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 ('Asyura) Muharram, atau minimal tanggal 10 saja;

قال النبي صلى الله عليه وسلم : " صيام يوم عاشوراء ، إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله . "
رواه مسلم

“Puasa hari ‘Asyura (10 Muharram), aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.”
[HR. Muslim]

Disunnahkan juga puasa Tasu’a (9 Muharram).

Hadis-Hadis Seputar Puasa ‘Asyura:
1. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah SAW, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa ‘Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)
2. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW , berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadhan.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?.
Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini.
Rasulullah Rasulullah SAWpun bersabda :
“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian“
Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa.
(H.R. Bukhari dan Muslim)
4. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
Rasulullah SAW bersabda :
“Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“
(H.R. Bukhari dan Muslim)
5. Imam Ahmad dalam Musnadnya membawakan tambahan:
“Hari ‘Asyura adalah hari ketika perahu Nabi Nuh berlabuh di bukit Judiy, lalu Nabi Nuh berpuasa sebagai bentuk syukur.”

Bagaimana Berpuasa ‘Asyura ?
Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :
- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (tanggal 9, 10 & 11).
- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits.
- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.

Manfaat Mengikuti Upacara Bendera


Manfaat mengikuti upacara bendera
Bagi siswa peserta, mengikuti upacara setiap hari Senin adalah suatu keharusan sesuai tata tertib siswa di sekolah. Upacara bendera tidak hanya sekadar berbaris dengan tertib di lokasi upacara bendera.
Lebih dari itu, mengikuti proses upacara dengan hidmad akan bermanfaat besar bagi siswa terutama sekali dalam membentuk karakter positif. Karakter positif yang dibentuk pada diri siswa antara lain; disiplin, cinta tanah air, tenggang rasa, sikap sosial dan amsih banyak yang lainnya.

1.Disiplin diri
Upacara bendera bermanfaat untuk melatih siswa untuk mendisiplinkan dirinya. Disiplin dalam hal ini adalah terhadap waktu. Upacara bendera dilaksanakan tepat pada waktu yang telah diatur dalam jadwalnya. Siswa harus datang lebih awal agar tidak telat mengikuti upacara.

Selain itu upacara bendera bagi siswa juga bermanfaat untuk melatih diri disiplin terhadap aba-aba dalam upacara bendera. Ada saatnya posisi siap sempurna dan istirahat di tempat. Ini harus dipatuhi oleh siswa peserta upacara bendera.




2. Berpenampilan Rapi
Sebagai peserta upacara bendera, siswa harus berpakaian seragam, mengenakan atribut dan perlengkapan upacara bendera. Memakai topi sekolah dan dasi sesuai aturan di sekolah tersebut.

3.Tenggang rasa
Pelaksana upacara adalah siswa di kelas sendiri atau kelas lain yang menjadi pelaksana upacara. Oleh sebab itu, sebagai peserta upacara perlu tenggang rasa terhadap pelaksana upacara. Kesalahan atau kekeliruan dalam pelaksanaan bukan untuk ditertawakan melainkan jadi pelajaran agar tidak terjadi pada kelas siswa sendiri.


.
4.Cinta tanah air

Saat pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia raya, siswa bersikap sempurna dan hormat pada bendera. Penaikan bendera melambangkan kesuksesan bangsa Indonesia untuk menegakkan kemerdekaan. Sebagai wujud cinta tanah air, siswa harus hidmad pada proses tersebut.


5.Sosial dan kebersamaan
Upacara bendera memupuk rasa sosial dan kebersamaan. Upacara bendera akan berjalan lancar dan sukses berkat rasa sosial dan kebersamaan yang dimiliki oleh peserta upacara 
Peserta upacara tidak membuat masalah dan kegaduhan saat upacara berlangsung. Sebaliknya mengikuti upacara tersebut dengan rasa sosial dan kebersamaan yang tinggi sehingga upacara berjalan lancar dan sukses.